Tentang Artificial Intelligence (Ai) - Himpunan Mahasiswa Mekatronika

Tentang Artificial Intelligence (Ai)

Share This

Sekarang ini, artificial intelligence (AI) lagi ramai dibicarakan. Menurut Bill Gates, orang terkaya di dunia, AI merupakan hal yang menjanjikan di masa depan. Bahkan sampai ada jurusan kuliahnya segala, lho. Tapi ada juga yang bilang kalau AI bisa mengancam manusia. Mana yang benar, nih?
Baca dulu, serba-serbi seputar terknologi kecerdasan buatan yang sempat menjadi "perdebatan" Mark Zuckerberg dan Elon Musk.
Artificial Intelligence Adalah…..
Sesuai namanya, artificial intelligence merupakan  kecerdasan buatan yang tercipta berkat kecanggihan teknologi. AI bisa membantu manusia melakukan berbagai hal, makanya sering dijuluki 'mengadopsi kecerdasan manusia'. Bahkan, dalam beberapa hal AI lebih canggih. AI bisa berbentuk gadget, robot, atau hanya software.
Nggak semua teknologi yang cerdas disebut AI. Inovasi dan teknologi yang sudah biasa/umum seperti kalkulator dan kamus elektronik, nggak termasuk AI.
Sementara mobil yang bisa menyetir sendiri (self-driving car), drone canggih, robot yang bisa mengoperasikan seluruh pabrik (tanpa manusia) merupakan AI.
AI Menguntungkan Atau Mengancam Manusia?
Dari segi kegunaan, AI pasti bisa membantu manusia. Misalnya, mobil yang bisa menyetir sendiri (dan bukan nggak mungkin di masa depan, ada pesawat yang bisa terbang sendiri tanpa pilot), aplikasi/software untuk menerjemahkan tulisan secara profesional, dan lainnya, bisa memudahkan pekerjaan manusia.
Tapiii….
 Di sisi lain, AI bisa “mengancam” manusia, terutama dari segi lapangan pekerjaan. Berapa banyak orang yang bakalan kehilangan pekerjaan di dunia jika semua kendaraan digantikan self driving car? Kebayang nggak kalau taksi online semacam Go-Jek, Uber, dan Grab sopirnya adalah mesin alias nggak ada orangnya. Belum lagi pekerja pabrik yang digantikan mesin/robot.
Trus, sekarang aplikasi dan software untuk mendesain visual dan merancang bangunan makin canggih, begitupula aplikasi buat menerjemahkan dan mengedit tulisan. Jika performance AI di bidang ini semakin maju, berarti mungkin aja AI bisa bekerja layaknya desainer grafis, penerjemah, editor tulisan, bahkan arsitek. Bahkan ada lho, yang memperkirakan AI bakal menggusur pekerjaan dokter. Waduh!
Nah, Elon Musk, bos perusahaan teknologi raksasa di Amerika Serikat yang mengembangkan mobil yang bisa menyetir sendiri termasuk yang sempat agak khawatir dengan perkembangan AI di masa depan. Menurut Elon, AI harus diatur supaya nggak mengancam manusia. Hal ini didebat oleh Mark Zuckerberg. Mark optimis AI bakalan bermanfaat dan nggak menimbulkan ancaman atau efek negatif seperti yang dikhawatirkan Elon.
Sementara Bill Gates merasa AI sebagai sesuatu yang sangat menjanjkan. Menurutnya, prospek orang yang menekuni bidang AI sangat oke. Yup, tentu diperlukan para ahli yang bisa menciptakan dan mengkreasikan AI serta bekerja dengan AI.
Jadi apakah AI memiliki manfaat? Pastinya. Kecanggihan AI bisa membantu dan memudahkan kehidupan serta pekerjaan manusia.
Di sisi lain, apakah AI mengancam pekerjaan manusia? Ya dan tidak.
Dalam beberapa bidang, AI memang bisa menggusur pekerjaan manusia. Di sisi lain, jika kita bisa menghadapinya, AI nggak akan menjadi ancaman bagi manusia.
Cara Menghadapi AI: Ketahui 8 Hal Ini
Intinya, perkembangan teknologi termasuk AI nggak bisa dihindari. Yup, nggak bisa, kan, seseorang menyetop perkembangan inovasi self driving  car atau teknologi lainnya gara-gara nggak mau pekerjaan sopir terancam? Makanya perkembangan teknologi AI ini memang harus dihadapi. Sebaliknya, bidang AI ini bisa membuka prospek cerah.
Untuk menghadapinya, kamu harus tahu 8 hal mengenai AI berikut ini.
1. Aware dengan perkembangan teknologi termasuk artificial intelligence. Soalnya kemajuan teknologi dan inovasi itu cepat banget, bos!
2. Masih terkait dengan poin pertama, cari tahu juga nih prospek berbagai bidang pekerjaan di masa depan. Misalnya, prospek untuk pekerjaan yang berkaitan dengan pengembangan AI bakalan dicari banget. Karena AI sendiri dibutuhkan di berbagai bidang usaha. Trus, profesi data scientist juga memiliki prospek cerah. Sebaliknya, beberapa pekerjaan administratif mulai ditinggalkan, karena udah digantikan artificial intelligence.
3. Cari ilmu dan perdalam skill. Itulah salah satu alasan kenapa kamu harus sekolah tinggi dan merencanakan masa depan dengan baik. Pekerjaan yang paling banyak dan paling cepat tergusur oleh AI adalah yang nggak membutuhkan ilmu dan keahlian tinggi. Misalnya, pekerja pabrik, supir, staf administrasi, dan lainnya.
4. Artificial intelligence berkembang ke berbagai bidang. Nggak heran kalau nanti ada AI untuk menulis profesional, mendesain layout, dan melakukan diagnosa kesehatan. Nah, apakah itu berartu AI bakalan menggantikan profesi desainer grafis, penulis/jurnalis, dokter, atau lainnya?
Apakah profesional bakalan kalah saing dengan AI?
AI bakalan makin berkembang semakin canggih. Bisa menampung memori yang besar dan kemampuan teknis yang super canggih, namun manusia punya potensi lebih besar yang nggak bisa disaingi AI. Otak manusia lebih kompleks dengan segala pemikiran, pengalaman, perasaan, dan emosi, yang tidak dimiliki AI.
Misalnya nih, AI bisa mendesain grafis dan dilengkapi dengan software yang canggih. Namun, seorang desainer grafis memiliki taste. Atau AI bisa mendiagnosa penyakit dengan akurasi tinggi, namun seorang dokter memiliki empati dan juga bisa membantu pasien secara psikologis.
5. Berkaitan dengan poin nomor 4, berarti selain pengetahuan dan hard skills, manusia perlu mengasah soft skills, rasa, dan pemikirannya, sehingga bisa unggul dibandingkan AI.
6. Jangan jadikan AI “saingan”. AI justru bisa membantu manusia dalam bekerja.
7. AI bakalan makin berkembang dan digunakan berbagai perusahaan. Nah, kesempatan kerja untuk mengembangkan AI alias yang menjadikan perangkat/program tersebut “cerdas” terbuka lebar.
Agar bisa bekerja secara spesifik di bidang AI, paling pas mengambil jurusan Teknik Informatika, Ilmu Komputer, atau sekalian jurusan Artificial Intelligence. Jurusan AI sendiri sudah ada di luar negeri seperti di Amerika Serikat.
 8. Sedangkan untuk anak muda pada umumnya, kamu nggak boleh gaptek. Makanya, kemampuan teknologi dan literasi digital  sangat diperlukan. Cara gampangnya adalah membiasakan diri bekerja dengan gadget dan berbagai software. Mulai berkreasi dengan laptop atau smartphone kamu. Mulai dari mengedit foto, membuat blog post, membuat karya audio visual, hingga bikin presentasi.
Dengan mengerti teknologi, kamu justru bisa memanfaatkan dan mengendalikan AI.
(sumber gambar: themedicalfuturist.com)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Pages